NEWS

Tempo.com – Bisnis 30 November 2018

Ridwan Kamil Meminta Konsorsium Kereta Cepat Bangun LRT Bandung

Media: Tempo.com – Bisnis
30 November 2018
Link: https://bisnis.tempo.co/read/1151176/ridwan-kamil-meminta-konsorsium-kereta-cepat-bangun-lrt-bandung

TEMPO.CO, Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta konsorsium kereta cepat Jakarta – Bandung, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), menggarap seluruh trase LRT (Light Rapid Transit) Bandung Raya. Permintaan itu disampaikan dalam rapat dengan konsorsium tersebut hari ini, Jumat, 30 November 2018.

Baca: Menhub Budi Karya Sumadi Jamin Proyek LRT Rampung Sesuai Target

Konsorsium PSBI lewat PT Kereta Cepat Indonesia China baru menyanggupi menggarap rute perdana LRT Bandung Raya untuk trase Tegalluar – Riau. “Dia punya kebutuhan membangun (LRT) yang Tegalluar ke Martadinata (Jalan Riau). Maka saya titipkan sisanya kalau bisa dikerjakan mereka,” kata Ridwan Kamil, Jumat, 30 November 2018.

Ridwan Kamil mengatakan, jaringan LRT Bandung Raya seluruhnya terdapat 8 rute, termasuk rute Tegalluar-Martadinata. Dia menginginkan agar sekaligus semua trase LRT Bandung Ray digarap konsorsium kereta cepat Jakarta-Bandung.

Ridwan Kamil mengatakan, taksiran dana yang dibutuhkan untuk membangun 7 trase LRT Bandung Raya itu bergantung teknologi kereta yang dipergunakan. “Kalau pakai teknologi yang seperti (LRT) di Palembang (anggarannya) Rp 8,6 triliun. Kalau pakai teknologi Metro Kapsul yang sempat diwacanakan di Kota Bandung paling Rp 5 triliun,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, kereta cepat Jakarta-Bandung harus terkoneksi dengan LRT Bandung Raya. “Kita bukan hanya bicara satu trase LRT Bandung saja, tapi bicara metropolitan Bandung Raya. Berarti harus ada 8 trase yang harus terhubung,” kata dia, Jumat, 30 November 2018.
Trase pertama yang disanggupi digarap konsorsium PSBI dan KCIC yakni Tegalluar-Bypass-Buahbatu-Lingkar Selatan-Martadinata. Trase tersebut memanfaatkan median jalan raya sepanjang rute tersebut. Rencana pembangunannya juga harus sinkron dengan rencaan jalan tol dalam kota Norths-South (NS) Bandung, jalan tol dalam kota terusan jalan tol Soroja (Soreng Pasirkoja).

Konektivitas antara kereta cepat dan LRT juga harus terintegrasi sehingga tidak dikembangkan parsial. “Kota Bandung sekarang mengembangkan Metro Kapsul. Kalau memungkinkan itu, kenapa nggak. Yang penting murah, terjangkau,” kata Dedi. “Pembangunannya harus simultan, Juni 2021 kereta cepat selesai, LRT Bandung Raya berarti harus segera memulai dari sekarang. Dua tahun ke depan harus ada progress.”

Detik.com – Finance 31 Oktober 2018

Beroperasi 2021 berapa harga tiket kereta cepat Jakarta Bandung?

Media: Detik.com – Finance
Oktober 2018
Link: https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4281465/beroperasi-2021-berapa-harga-tiket-kereta-cepat-jkt-bdg

Jakarta – Kereta cepat Jakarta-Bandung akan beroperasi pada tahun 2021 mendatang. Berapa harga tiketnya?

“Harganya US$ 16. Itu sekitar Rp 220 ribu. Itu pada tahun 2021,” kata Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi Windarto saat berkunjung ke markas detikcom di Gedung Trans Media, Jakarta, Selasa (29/10/2018).

Dia bilang harga tersebut tidak disubsidi oleh pemerintah. Menurutnya, harga tersebut tergolong ekonomis dan terjangkau jika dibandingkan dengan transportasi lainnya yang menuju ke Bandung.
“Sekarang (kereta reguler) Parahyangan saja Rp 150 ribu itu 2018, itu 3,5 jam. Ini (kereta cepat) kan direct 36 menit,” katanya.
Kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang jalur 142,3 km. Waktu operasinya dari jam 05.00-22.00 WIB.

Dengan kecepatan 350 km/jam, jarak Jakarta-Bandung bisa ditempuh dalam waktu 36-44 menit. Kereta akan berhenti di stasiun setiap 20 menit sekali.

Detik.com

Perpres Turun, Ridwan Kamil Kejar Pekerjaan LRT Bandung Raya

Media:Detik.com
Agustus 2018
Link:https://news.detik.com/jawabarat/4179263/perpres-turun-ridwan-kamil-kejar-pekerjaan-lrt-bandung-raya

Bandung- Gubenur Jabar terpilih Ridwan Kamil mendapat angin segar setelah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) yang menyatakan Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

“PSN ini Perpresnya akan dirilis Oktober atau Desember. Sehingga LRT Bandung Raya di masa depan dananya 2/3 dari APBN, 1/3 daerah,” ujar pria yang akrab disapa Emil di Pendopo Kota Bandung, Kamis (23/8/2018).

Emil mengatakan saat Perpres turun dirinya sudah resmi menjabat sebagai Gubernur Jabar. Sehingga tanggung jawabnya tidak hanya menyelesaikan Metro Kapsul Bandung saja, namun LRT Bandung Raya.

“Maka LRT yang jadi tanggung jawab saya bukan hanya LRT Bandung (Metro Kapsul), tapi Bandung Raya. Saya sebagai Gubernur memikirkan LRT yang nyabang ke Soreang, Jatinangor, Majalaya dan sebagainya,” kata dia.

Menurut Emil keberadaan Perpres tersebut akan menjadi landasan ia mengembangkan LRT Bandung Raya termasuk menyambungkan nya ke Stasiun Kereta Api Cepat

Tidak hanya itu, setelah Perpres turun Emil akan menggunakannya untuk mencari investor. Nanti nya, investor tersebut bisa dari mana saja termasuk PT PP yang menjadi pemenang dalam Metro Kapsul Bandung.

“Saya bersyukur berarti Perpres itu duit dari pemerintah bisa saya tagih. (selama ini) Kendala nya mah duit, kalau lahan mah selalu tidak ada masalah. LRT Palembang saja sekilo hampir Rp 500 miliar, 10 km sudah Rp 5 triliun, enggak mungkin APBD tingkat dua sanggup,” ucapnya.

Meski begitu Emil yang kini masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung akan tetap mendorong agar Metro Kapsul bisa segera terwujud. Salah satunya dengan mengirim surat ke DPRD Kota Bandung untuk membahas persetujuan kerja sama.